Terungkap Trump Nekat Perang Iran, Abaikan Warning dari Intelijen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari 2026 meski mendapat peringatan dari pejabat senior termasuk Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard dan Wakil Presiden JD Vance. Peringatan tersebut menyoroti risiko krisis energi global dan kekuatan kelompok garis keras di Iran. Serangan menyebabkan lonjakan harga bahan bakar dan tidak bergerak sesuai harapan, memaksa Tekan Saudara Arab dan Qatar mendesak negosiasi damai. Hampir 80% warga AS mendukung gencatan senjata, sementara negosiasi nuklir gagal pada 17 Agustus. Pemerintah kembali melancarkan Operasi Economic Outcast dengan tekanan ekonomi melalui blokade laut dan sanksi berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 16.52
Iran Siapkan Skenario Perang Masa Depan Melawan AS, Ini Detailnya!
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 10.38
Trump Klaim Selat Hormuz Sudah Bersih dari Ranjau
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 07.55
Ketua Parlemen Iran Ejek Trump: 'Make America Hungry Again'
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 07.44
Trump Klaim Selat Hormuz Bebas Ranjau, Iran Ancam Tutup Lagi
Berita terkait
Trump Klaim AS Pegang Kendali Penuh atas Selat Hormuz
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 09.44
Negosiasi Buntu, Trump Sebut Iran Tak Punya Pemimpin Definitif
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 12.49
Eksistensi Bangsa Iran Bergantung Perang, Khatami: Jangan Terlalu Emosi
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 19.20
Trump Sebut Akan Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS Usai Kalahkan Iran
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 04.19