Sikap Trump Berubah Drastis di Perang Iran, Ada Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak terburu-buru menunggu Iran kembali ke meja perundingan untuk mengakhiri konflik keduanya, yang telah berlangsung selama enam bulan sejak dimulai pada 28 Februari 2026. Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Trump menegaskan tidak memiliki jadwal waktu bagi negosiasi dan menilai tekanan ekonomi AS telah memberikan dampak signifikan terhadap Iran, termasuk inflasi dan ketidakstabilan domestik. Pernyataannya ini berbeda dengan perkiraannya sebelumnya yang memperkirakan konflik berakhir dalam empat hingga enam minggu.
Pada Juni, AS dan Iran mencapai nota kesepahaman selama 60 hari yang mencakup isu transit Selat Hormuz, pencabutan sanksi, dan pembicaraan program nuklir. Namun, kesepakatan tersebut berakhir tanpa hasil konkret pada awal Agustus. Akhir Agustus, AS meluncurkan sanksi baru terhadap Iran dan 60 entitas di berbagai negara dalam operasi yang disebut 'Hari D ekonomi' atau 'Operasi Ekonomi Outcast'. Iran mengecam langkah ini sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan kedaulatan nasional.
Dampak sanksi terasa bagi masyarakat Iran, dengan nilai rial anjlok hingga 2 juta rial per dolar AS di pasar bebas, sementara harga kebutuhan pokok melonjak drastis. Harga tomat naik 71%, ayam 74%, dan minyak goreng 177%. Meski demikian, analis dari Quincy Institute, Trita Parsi, menilai sanksi baru belum tentu cukup untuk memaksa Iran kembali bernegosiasi, karena menerjemahkan dampak ekonomi ke perubahan kebijakan tidak selalu langsung.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 07.44
Trump Klaim Selat Hormuz Bebas Ranjau, Iran Ancam Tutup Lagi
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 22.18
45 Kapal Tanker Masuk Daftar Hitam Iran, Kargo Pelanggar Selat Hormuz Bakal Disita
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 21.10
Di Tengah Perang dengan AS, Presiden Iran Ajak Negara Muslim Bersatu
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 11.57
Trump Yakin Mojtaba Khamenei Masih Hidup
Berita terkait
Terungkap Trump Nekat Perang Iran, Abaikan Warning dari Intelijen
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 17.40
Trump Klaim AS Pegang Kendali Penuh atas Selat Hormuz
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 09.44
"Duri dalam Daging" AS Taklukkan Iran: China
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 18.55
Perang Tekan Ekonomi Iran, Inflasi Diproyeksi Meningkat Hampir 70% Akhir Tahun
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 13.45