Donald Trump Menyukai Gagasan Menjadikan Selat Hormuz Wilayah AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pada Senin (17/8) bahwa ia menyukai gagasan menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS. Trump menegaskan bahwa AS mengendalikan Selat Hormuz melalui blokade dan memiliki "kendali penuh" atas wilayah tersebut. Ia juga mengeklaim bahwa AS mengeluarkan jutaan barel minyak per minggu, sehingga selat itu tetap terbuka dan harga minyak turun.
Trump menyatakan bahwa gencatan senjata yang dicapai dengan Iran pada 18 Juni tidak lagi berlaku. Sejak saat itu, militer AS melancarkan beberapa serangan terhadap Iran sebagai respons terhadap tindakan Teheran yang menyerang kapal komersial di Selat Hormuz. Iran membalas dengan menyerang pangkalan AS di wilayah Timur Tengah dan menuduh Washington melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Pada Jumat, Trump diprospek akan resmi menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah AS. Peristiwa ini menambah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 21.35
Ejek Trump, Iran: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut dengan Ciutan dan Pidato Kampanye
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.26
Trump Sesumbar soal Hormuz, Parlemen Iran Ejek 'Sembunyi di Truk Makanan'
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 12.30
Harga Minyak Brent Tembus USD 92 per Barel, Dipicu Gejolak Pasokan dan Konflik Iran
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 23.09
Tak Ada Negosiasi Iran, Trump Unggah Peta Selat Hormuz 'Wilayah Baru AS'
Berita terkait
Donald Trump Batalkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Anjlok 4,5%
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 07.45
Trump Kembali Gertak Iran, Ancam Gerakan Militer Lagi
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 23.23
Trump Disebut Tawarkan Keringanan Sanksi-Pencairan Aset Iran, Benarkah?
Detik.com · 29 September 2026 pukul 15.35
Harga Minyak Dunia Meroket Lagi usai Trump Tolak Mentah-mentah Proposal Damai Iran
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 11.51