Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Trump Setop Kucuran Dana Keamanan untuk Pasukan Sekutu di Irak

Pemerintah AS mengumumkan rencana menghentikan bantuan militer dan keamanan kepada sekutu utamanya di Timur Tengah, khususnya kepada pasukan Peshmerga Kurdistan Irak. Langkah ini diambil menyusul keputusan Pentagon untuk tidak memperpanjang nota kesepahaman (MoU) bantuan keamanan yang akan berakhir pada 30 September 2026, sejalan dengan penarikan penuh pasukan koalisi dari Irak. Bantuan militer sebesar 61 juta dolar AS dihentikan, yang berpotensi menciptakan kekosongan kekuasaan di Irak utara dan memberi peluang bagi pengaruh Iran, Tiongkok, dan Rusia di kawasan.

Keputusan ini memicu kekhawatiran mendalam mengingat peran penting pasukan Peshmerga dalam melawan kelompok ISIS. Di samping itu, wilayah Kurdistan Irak menghadapi intensitas serangan rudal dan drone yang meningkat dari pihak Iran, terutama setelah serangan drone yang diduga berasal dari Iran pada kantor Perdana Menteri Kurdistan Irak, Masrour Barzani. Meskipun AS menegaskan bahwa pasukan keamanan Irak termasuk Peshmerga sudah mampu memimpin operasi keamanan secara mandiri, pihak berwenang AS masih mengkaji kemungkinan kerja sama keamanan bilateral baru dengan Baghdad untuk menjaga stabilitas pasca-1 Oktober 2026.

Penutupan bantuan ini menandai akhir dari misi militer internasional di Irak, dengan pangkalan militer terakhir AS di Irbil dijadwalkan ditutup pada bulan depan. Pemerintah AS menekankan komitmennya untuk mendukung Pemerintah Irak di bawah Perdana Menteri Ali al-Zaidi dalam menjaga kedaulatan negara dari ancaman milisi luar, sambil tetap memantau dinamika keamanan yang terus berkembang di kawasan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait