Trump Tuding Kanada Ingin Keuntungan Sebagai Negara Bagian
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Kanada semakin tegang setelah negosiasi perdagangan kededua negara gagal pada akhir pekan lalu. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Kanada menginginkan keuntungan sebagai sebuah Negara Bagian, tanpa menjadi bagian darinya. Trump juga menuding para petani AS telah dibebani tarif besar oleh Kanada selama bertahun-tahun. Sebagai tanggapan, Trump menerapkan tarif baru sebesar 50% terhadap berbagai produk asal Kanada senilai sekitar US$20 miliar, termasuk anggur, produk susu, semen, pakaian, dan peralatan hoki. Tarif ini menambah deretan sanksi sebelumnya yang diterapkan AS pada baja, aluminium, otomotif, dan kayu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 22.00
Negara Ini Tak Gentar Lawan AS, Fatwa Dagang Trump Dihajar Balik
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 14.14
Konflik Makin Memanas, Trump Sebut Kanada Ingin Manfaat Jadi Negara Bagian AS
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 11.26
Kanada Tak Gentar Lawan Perang Tarif AS: Balas Dolar demi Dolar
ANTARA News · 23 Agustus 2026 pukul 14.05
Trump kritik Kanada di tengah sengketa tarif perdagangan
Berita terkait
Kanada Hentikan Negosiasi Dagang, Trump Kembali Menyerang
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 17.10
Trump Resmi Hajar Kanada dengan Tarif 50%, Perang Dagang Memanas
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 06.40
Tiru Strategi China, Kanada Akan Balas Perang Tarif AS dengan Nilai Setara
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 21.07
Negosiasi Buntu, Trump Sebut Iran Tak Punya Pemimpin Definitif
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 12.49