Konflik Makin Memanas, Trump Sebut Kanada Ingin Manfaat Jadi Negara Bagian AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perundingan dagang antara Amerika Serikat dan Kanada gagal berakhir pada Jumat malam, memicu peningkatan ketegangan hubungan bilateral. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Kanada menginginkan "manfaat menjadi negara bagian AS, tanpa benar-benar menjadi salah satunya", sekaligus mengklaim bahwa petani Amerika telah dikenakan tarif yang sangat tinggi selama bertahun-tahun. Trump juga menandakan penerapan tarif baru sebesar 50% terhadap berbagai produk kanada, melengkomer tarif yang sudah ada sebelumnya atas baja, aluminium, mobil, dan kayu.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menolak karakterisasi Trump dan menyebutkan tarif baru tersebut sebagai "kesalahan perhitungan" yang bertujuan untuk "menyakiti dan memecah belah". Carney menegaskan bahwa Kanada akan membalas dengan kebijakan setara (dollar-for-dollar) mulai 8 September, termasuk bea masuk atas baja, produk susu, peralatan rumah tangga, dan elektronik. Ia menyatakan bahwa kedua negara kini berada dalam situasi "perang dagang", dengan katanya: "Mereka meminta terlalu banyak dan menawarkan terlalu sedikit."
Kegagalan perundingan ini mengguncang hubungan perdagangan yang selama ini sangat terintegrasi antara kedua negara. Meskipun sempat optimis di awal pekan, negosiasi akhirnya kolaps setelah kedua belah pihak saling menuduh melakukan perubahan di saat-saat akhir. Carney menegaskan bahwa Kanada tidak dapat menerima apa yang ditawarkan AS dan tidak akan memberikan apa yang diminta AS, menandakan tidak adanya jalan keluar yang jelas untuk penyelesaian masalah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 23 Agustus 2026 pukul 14.05
Trump kritik Kanada di tengah sengketa tarif perdagangan
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 06.40
Trump Resmi Hajar Kanada dengan Tarif 50%, Perang Dagang Memanas
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 18.24
Trump Sebut Iran Belum Siap Membuat Kesepakatan yang Tepat
Berita terkait
Kanada Tak Gentar Lawan Perang Tarif AS: Balas Dolar demi Dolar
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 11.26
Tiru Strategi China, Kanada Akan Balas Perang Tarif AS dengan Nilai Setara
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 21.07
Trump Ancam Negara Pendukung Iran, Teheran Sebut AS Telah Gagal
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.02
Trump Klaim Selat Hormuz, Iran 'Caplok' California
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 20.05