Negosiasi Buntu, Trump Sebut Iran Tak Punya Pemimpin Definitif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran menjadi rumit karena banyak tokoh pemimpin Iran telah tewas, sehingga sulit untuk menentukan siapa yang menjadi pemimpin yang sah untuk mencapai kesepakatan. Trump menyampaikan pernyataannya dalam wawancara dengan Michael Cohen di stasiun radio 77 WABC. Pada Rabu, 19 Agustus, Trump mengumumkan pelaksanaan operasi ekonomi terhadap Iran dan meminta sekutu AS untuk mendukung langkah ini. Kementerian Luar Negeri Iran menanggapi dengan menyebut langkah tersebut sebagai 'terorisme ekonomi'. Sebelumnya, pada 28 Februari, Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, meninggal dunia. Setelah kematiannya, putranya, Mojtaba Ali Khamenei, dilantik sebagai pemimpin baru tertinggi Iran. Meskipun belum pernah tampil di depan publik sejak pengangkatannya, Mojtaba telah mengeluarkan beberapa pernyataan kepada rakyat Iran melalui media resmi negara tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.08
Donald Trump Klaim Ekonomi Iran Hancur dan Inflasi Tembus 350 Persen
ANTARA News · 22 Agustus 2026 pukul 12.26
Iran sebut sanksi ekonomi baru AS pasti gagal
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 08.22
Trump Ancam Hancurkan Ekonomi Iran, Harga Minyak Mentah Melonjak 2,9 Persen
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 07.55
Menlu Iran Balas Ancaman Ekonomi Trump: Kebijakan Gagal, AS Akan Kalah
Berita terkait
Trump Ungkap Perang Iran Bisa Berakhir Segera, Mungkin Tepat setelah Pemilu
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 11.31
Trump Ancam Ledakkan Iran Usai Negosiasi Buntu
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 16.41
Kepala Dewan Keamanan Rezaei: Iran Sudah Kirim Syarat-syaratnya, Trump Tak Bisa Ambil Keputusan
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 13.31
Trump Ingin Nego Lagi tapi Iran Tak Sudi
Detik.com · 28 September 2026 pukul 20.33