Turki Tuding Mossad Merekayasa Plot Iran untuk Membunuh Trump
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Laporan dari Middle East Eye yang mengutip sumber pejabat Turki mengungkapkan bahwa dugaan rencana Iran untuk membunuh Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat KTT NATO di Ankara merupakan rekayasa badan intelijen Israel, Mossad. Pihak intelijen Israel menyerahkan laporan ancaman tersebut kepada Dinas Rahasia AS pada 8 Juli demi meyakinkan pihak keamanan Amerika Serikat mengenai adanya bahaya nyata.
Pihak berwenang Turki sempat menindaklanjuti informasi tersebut secara serius untuk membantu tim keamanan AS. Namun, setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, pejabat Turki menyatakan bahwa isi laporan intelijen Israel tersebut sama sekali tidak benar dan tidak berdasar secara faktual.
Rekayasa intelijen ini diduga bermotif untuk menggagalkan diplomasi serta perundingan damai antara Iran dan AS yang berupaya mengakhiri konflik. Selain itu, upaya ini dinilai bertujuan menghambat pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz sekaligus membangun citra Benjamin Netanyahu sebagai pihak yang melindungi Trump.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.26
Trump Sesumbar soal Hormuz, Parlemen Iran Ejek 'Sembunyi di Truk Makanan'
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 09.00
Dua Diplomat Prancis Ditahan Iran atas Dugaan Intervensi Asing
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.48
Seruan Iran Agar AS Terima Kenyataan Kalah Perang
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 19.29
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Berita terkait
Trump Gunakan Penerbangan Rahasia Tinggalkan Turki saat Diancam Iran
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 12.05
Gagal Gulingkan Rezim Iran, Kepala Mossad Copot Para Pejabat Senior
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 17.27
Iran Tangkap 21 Tentara Bayaran Mossad
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 10.33
Bos Mossad Pecat 2 Intel Senior Israel karena Gagal Gulingkan Rezim Iran
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 10.20