Undip Bantah Mahasiswa PPDS Jiwa Meninggal Akibat Bullying : Demam Berdarah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Universitas Diponegoro (Undip) membantah klaim bahwa seorang mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Jiwa meninggal akibat bullying. Menurut pernyataan resmi yang diberikan oleh Nurul Hasfi dari Direktorat Jejaring Media, Komunitas dan Komunikasi Publik Undip, dr. Yuda Nabella Prameswari, M.Biomed, meninggal dunia karena komplikasi demam berdarah. Almarhumah sempat dirawat di RSUP dr. Kariadi Semarang selama 15 hari dan meninggal pada 28 Agustus pukul 19.06 di ruang intensif (ICU) setelah mendapatkan perawatan intensif. Selama masa sakitnya, almarhumah didampingi oleh keluarga serta departemen dan program studinya. Setelah meninggal, jenazah langsung dibawa ke rumahnya di Serang, Banten. Dr. Yuda termasuk dalam angkatan ke-85 Program Studi Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Undip dan masih berada di semester pertama, baru mengikuti perkuliahan selama sekitar 1,5 bulan. Ia masih dalam masa orientasi dan belum memulai praktik klinik di rumah sakit. Meskipun demikian, Undip mengaku akan terus melakukan klarifikasi internal untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar terkait dugaan bullying. Universitas menegaskan komitmennya untuk menjaga lingkungan pendidikan yang aman, profesional, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Bagikan
Berita terkait
Kata RS Kariadi Soal PPDS Undip yang Disebut Meninggal Dunia Akibat Bullying
kumparan · 1 September 2026 pukul 18.00
Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Bullying PPDS Undip Usai Dokter Yuda Meninggal
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 14.09
Singapura Waspadai Nyamuk dan Kecoak Meningkat Saat El Nino Makin Ekstrem
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 11.18
Mahasiswa FH Undip Dampingi UMKM Desa Punjulharjo Daftarkan Jenama Minuman Tradisional Ny. Rosyid
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 01.35