Unnes Bawa Kepentingan Kopi dan Rempah Indonesia ke Forum Codex Beijing
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Akademisi Universitas Negeri Semarang (Unnes), Eka Yuli Astuti, mewakili Indonesia dalam The 57th Session of the Codex Committee on Pesticide Residues (CCPR57) di Beijing, Tiongkok, pada 7-12 September 2026. Sebagai Ketua PUI-PT Pascapanen Kopi dan Rempah (CoSpice) Unnes, Eka turut dalam delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Joni Munarso dari BRIN. Forum ini membahas standar residu pestisida pada pangan, termasuk Maximum Residue Limits (MRLs), yang berpengaruh langsung pada ekspor komoditas kopi dan rempah Indonesia.
Delegasi Indonesia juga melibatkan Sigit Ismaryanto yang mewakili kepentingan pelaku usaha dan Dewan Rempah Indonesia. Keterlibatan ini merupakan bagian dari upaya menyampaikan kepentingan nasional dalam penyusunan standar keamanan pangan internasional. CoSpice Unnes menekankan bahwa partisipasi dalam CCPR bukan sekadar kehadiran akademik, tetapi juga upaya membawa perspektif riset dan pengembangan kopi serta rempah Indonesia ke dalam standardisasi global.
Dalam CCPR57, Indonesia mengeksplorasi kemungkinan memasukkan Isoprocarb dan 2,4-Dichlorophenoxyacetic acid pada komoditas kopi ke dalam priority list 2028. Selain itu, Indonesia mendukung jadwal dan daftar prioritas evaluasi pestisida yang diajukan JMPR untuk 2027, 2028, dan seterusnya. Langkah ini dianggap strategis bagi industri kopi Indonesia dalam meningkatkan daya saing di pasar ekspor.
Bagikan
Berita terkait
Perkuat Daya Saing Kopi, KAPPI & BI Sepakat Kolaborasi Strategis
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 16.10
Tim Dosen FIK Tel-U Hadirkan Inovasi Rempah, Kopi dan Teh, dalam Pelestarian Memori Budaya
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 12.15
Kopi Asal Kabupaten Bandung Barat Tembus Ekspor ke Eropa Senilai US$250 Ribu
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 12.20
26 Ton Kopi Java Halu Dikirim ke Inggris, Pasar Eropa Tembus
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 17.12