Utang Nasional AS Tembus US$40 Triliun untuk Pertama Kalinya, Begini Dampaknya bagi Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Utang nasional Amerika Serikat (AS) resmi melampaui US$40 triliun untuk pertama kalinya, mencapai US$40,047 triliun per Selasa (19/8). Data Departemen Keuangan AS menunjukkan utang dimiliki publik sebesar US$32,266 triliun dan kepemilikan antarpemerintah US$7,782 triliun. Pencapaian ini terjadi lebih cepat dari perkiraan, mencerminkan defisit anggaran federal yang terus berlanjut akibat pengeluaran pemerintah melebihi penerimaan. Utang ini sempat melewati US$30 triliun pada Januari 2022, lalu US$39 triliun pada Maret 2026, dan US$39,7 triliun pada Juli 2026.
Dalam sembilan bulan pertama tahun fiskal 2026 (mulai 1 Oktober 2025), pemerintah AS mencatat defisit fiskal US$1,367 triliun. Pembayaran bunga bersih mencapai US$827 miliar, melebihi belanja pertahanan sebesar US$713 miliar. Jaminan sosial menyedot US$1,244 triliun. Kenaikan utang didorong oleh pengeluaran besar untuk respons pandemi Covid-19, pemotongan pajak, dan peningkatan belanja militer. Tekanan ini juga mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dan menambah beban pasar obligasi.
Beberapa analis dan lembaga mengkhawatirkan dampak jangka panjang dari utang yang terus tumbuh. Mereka menilai kebijakan fiskal AS saat ini tidak berkelanjutan dan menyerukan adanya rencana kredibel untuk menghentikan pertumbuhan utang. Juru bicara Gedung Putih menyatakan komitmen pemerintahan untuk memperbaiki pengelolaan fiskal sebelumnya melalui pemotongan pemborosan dan stimulasi pertumbuhan ekonomi.
Bagikan
Berita terkait
Beban Utang AS Diproyeksikan Tembus 123 Persen PDB pada 2028, Fitch Soroti Defisit
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 16.15
The Fed Tahan Suku Bunga di 3,6%, Tiga Anggota Terpecah Dorong Kenaikan
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 08.01
Bakom tegaskan tak ada wacana BI jadi bagian pemerintah
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 15.01
Amerika Terjerembab ke Jurang Utang Rp712 Kuadriliun
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 12.43