Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Video: Benahi Masalah 1.074 BUMN, Danantara Lakukan Likuidasi - Merger

BPI Danantara, yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februari 2025, ditujukan sebagai motor pertumbuhan ekonomi Indonesia. Badan ini mengelola 1.074 perusahaan BUMN, di mana 52% di antaranya mengalami kerugian dan inefisiensi hingga mencapai Rp50 triliun per tahun. Untuk mengatasi hal ini, Danantara melakukan tindakan likuidasi, divestasi, konsolidasi, dan restrukturisasi. Target akhir tahun 2026, jumlah BUMN yang dikelola akan ditekan hingga tersisa 254 perusahaan yang solid dan menguntungkan.

Dony Oskaria, Chief Operating Officer BPI Danantara dan Kepala Badan Pengaturan BUMN, menjelaskan bahwa Danantara memiliki dua pilar utama: sebagai Danantara Asset Management yang bertindak sebagai konsolidator dan holding operasional BUMN, serta sebagai Danantara Investment Management yang mengembangkan dana investasi. Dengan pendekatan ini, diharapkan kinerja BUMN dapat ditingkatkan secara signifikan.

Reformasi BUMN ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat sektor publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Proses likuidasi dan konsolidasi diharapkan dapat mengurangi beban negara dan meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait