Video:Bikin Industri Susu Jadi Bintang Baru Ekonomi,RI Masih Banyak PR
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri pengolahan susu segar Indonesia tumbuh signifikan pada Kuartal II-2026, mencapai 17,2 persen secara kuartalan (qtq) dan 29,89 persen secara tahunan (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh tambahan permintaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), menurut Commodity Expert CNBC Indonesia Research, Emanuella Egatirta. Meski tumbuh, pemenuhan kebutuhan susu dalam negeri baru mencapai sekitar 25 persen dari total kebutuhan, sehingga sisanya masih dipasok dari susu impor. Produksi susu nasional pada 2025 stagnan di angka 820,8 ribu ton, sementara impor susu naik hingga 81 persen. Untuk menekan impor, Indonesia perlu meningkatkan produksi susu dan jumlah sapi perah. Pada 2025, RI mengimpor 15.000 ekor sapi bunting sehingga total sapi perah mencapai 500.000 ekor. Angka ini masih jauh dari kebutuhan 1 hingga 2 juta ekor sapi bunting untuk menambah populasi dan produksi susu. Dengan demikian, ketergantungan pada impor masih menjadi pekerjaan rumah utama meskipun industri pengolahan susu tumbuh pesat. Upaya ini penting untuk menekan angka impor susu.
Bagikan
Berita terkait
Media Internasional Soroti Pengakuan Prabowo yang Belum Penuhi Janji-Janji Politiknya
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 17.20
MBG dan Koperasi Merah Putih Jadi Mesin Baru Investasi Ekonomi RI
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 16.10
Video: Kebutuhan Susu Melonjak Imbas MBG, Tapi Sayang 75% Masih Impor
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 12.27
Harga Pangan 18 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Terus Merangkak Naik
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 12.00