Video: Gaet Investor dan Dorong Ekonomi 2026,Ekonom Dorong Kebijakan Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perekonomian Indonesia pada Kuartal II-2025 tumbuh 5,29% yoy dan 3,723% qtq, dengan pertumbuhan Semester I-2026 mencapai 5,46% ctc. Andry Asmoro Bank Mandiri menyatakan pertumbuhan Q2-2025 tidak sekuat Q1-2025 yang didorong masa lebaran, puasa, dan low base effect. Volatilitas global mulai terasa di Q2-2025, sementara program pemerintah dan peningkatan investasi mendukung pertumbuhan. Indikator sektor swasta menunjukkan perbaikan Kredit Modal Kerja (KMK) yang membaik. Indonesia menghadapi tiga defisit: APBN, neraca transaksi berjalan, dan saving-investment gap. Defisit neraca dagang mencapai USD 2 miliar pada April-Juni 2025 akibat tekanan ekspor dan impor minyak gas. Peluang mengimbangi melalui ekspor pertanian seperti kelapa, kopi, cokelat, dan pala.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.50
Bantah Isu Monopoli, Rosan Tegaskan DSI Bukan Eksportir Tunggal
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 15.28
Pakar: Penguatan industri-investasi pacu pertumbuhan ekonomi 6 persen
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 14.31
Targetkan Ekonomi 2026 Tumbuh 6 Persen, Prabowo Pamer Investasi Rp 1.010 Triliun
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 12.17
Prabowo Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 6% pada 2026
Berita terkait
Pemerintah Patok Target Investasi Rp 13.032 Triliun hingga 2029, Melonjak 43 Persen
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 18.02
Airlangga Ungkap Arah Kebijakan Ekonomi 2027: Bursa Mineral-PFII
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.51
Prabowo Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2026 Capai 6 Persen
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 10.47
RI Terjangkit Triple Defisit, Butuh Banyak Dana Segar dari Investor
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 20.50