Video:Gak Cuma Kejar Untung, Pupuk Indonesia Ekspansi Bisnis ke Amonia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pupuk Indonesia di bawah pengawasan Danantara telah menjalankan transformasi bisnis yang meningkatkan kinerja perseroan. Perusahaan saat ini memproduksi sekitar 14,8 juta ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi nasional. Pemerintah mengubah skema subsidi pupuk dari 'cost plus' ke 'marked to market' untuk memastikan penyaluran pupuk berkualitas dengan harga yang baik. Pupuk Indonesia juga membangun sumber pertumbuhan baru melalui perkuatan sektor petrokimia, produk bernilai tambah, serta dekarbonisasi dengan efisiensi energi dan amonia rendah emisi. Strategi ekspansi ini mencakup produksi amonia bersih, urea, bahan peledak untuk pertambangan, dan soda ash untuk industri kaca.
Transformasi ini menjadi respons terhadap perubahan skema subsidi pupuk yang mengacukan pendistribusian pupuk di Indonesia. Dengan sistem 'market to market', Pupuk Indonesia dapat beroperasi lebih efisien sekaligus memastikan pupuk subsidi sampai ke tujuan tujuan petani. Produksi 14,8 juta ton per tahun menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menanggapi tantangan pasokan pupuk yang meningkat.
Pengembangan bisnis ke sektor petrokimia menandakan diversifikasi portofolio Pupuk Indonesia. Produk amonia bersih dan urea yang diproduksi dari gas alam dapat dipakai untuk ekspor maupun domestic market. Sistem dekarbonisasi melalui efisiensi energi menjadi strategi menjawab tuntutan lingkungan serta meningkatkan daya saing produk di pasar global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 24 Agustus 2026 pukul 08.20
Pupuk Kaltim Siap Operasikan Penuh Ammonia Pabrik-2
Berita terkait
Bukan Rp10.000 per Liter, Ini Harga Sebenarnya BBM Pertalite
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 08.50
Nilai Tukar Petani Naik 0,15% pada Juli 2026, Biaya Produksi Turun
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 14.30
Lotte Chemical Jajaki Penjualan Saham Pabrik RI ke Danantara Senilai Rp30 Triliun
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 13.17
Resmi! Harga Terbaru LPG 3 Kg, 5,5 Kg dan 12 Kg, Berlaku 24 Agustus 2026
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 08.10