Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Nilai Tukar Petani Naik 0,15% pada Juli 2026, Biaya Produksi Turun

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Juli 2026 mencapai 127,84, naik 0,15% dibanding Juni 2026. Kenaikan ini terjadi karena indeks harga yang dibayar petani turun lebih dalam (0,25%) dibanding indeks harga yang diterima petani (0,10%). Namun, subsektor hortikultura mengalami penurunan NTP terdalam sebesar 8,49%, dipicu merosotnya harga cabai rawit, bawang merah, tomat, dan cabai merah. Sebaliknya, nilai tukar perikanan naik 1,01%.

Kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20% mulai dirasakan manfaatnya oleh petani di berbagai daerah. Para petani dari Aceh, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Banten mengakui biaya produksi berkurang signifikan dan keuntungan meningkat. Contohnya, harga pupuk Urea turun dari Rp150 ribu menjadi sekitar Rp90 ribu per sak. BPS juga mencatat NTP nasional Mei 2026 sebesar 127,73 (naik 1,99%), dan Presiden Prabowo menegaskan komitmen agar petani sejahtera dan mendapat keuntungan dari hasil kerjanya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait