Video:Strategi Bisnis Alkes dan Teknologi Diagnostik Era Logistik Mahal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) memproyeksikan tren permintaan peralatan medis dan alat diagnostik akan terus meningkat pada 2026 seiring kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan. Namun, gejolak geopolitik global, gangguan rantai pasok, dan pelemahan nilai tukar menjadi tantangan utama bagi bisnis alat kesehatan. Direktur Utama Yoshua Raintjung menyatakan bahwa perubahan iklim serta bencana seperti kebakaran hutan dan erupsi Gunung Merapi mendorong peningkatan permintaan alat kesehatan untuk sistem pernapasan. Untuk menghadapi ketidakpastian ini, LABS menerapkan strategi hedging guna mengantisipasi fluktuasi nilai tukar dalam impor alat kesehatan. Pada 2026, LABS menargetkan perluasan kerjasama dengan rumah sakit dan laboratorium, khususnya dalam bisnis sewa peralatan medis dan transfer teknologi untuk pengembangan alat kesehatan berteknologi tinggi. Selain itu, LABS juga menggencarkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung prediksi permintaan dan perencanaan bisnis yang lebih akurat. Strategi ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap stabil meski di tengah ketidakpastian global.
Bagikan
Berita terkait
Indonesia’s Sovereign AI Ambition: From Infrastructure to Economic Impact
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 13.05
Teknologi AI Permudah Industri Logistik Tangani Lonjakan Paket
JawaPos · 27 Agustus 2026 pukul 18.31
Volume Paket Naik 65 Persen, J&T Express Perkuat Teknologi dan Efisiensi
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 09.03
Modernisasi Workflow Pakai AI Bisa Genjot Laba Jutaan Dolar
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 21.15