Video: Waspada! Ini Efek Buruk Anjloknya Produksi Minyak Kayu Putih RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren penurunan produksi minyak kayu putih Indonesia selama dua tahun terakhir. Pada 2022, produksi turun menjadi 64.133,04 ton dari sebelumnya 67.522 ton, lalu merosot tajam pada 2023 menjadi hanya 41.990,93 ton. Penurunan signifini ini menjadi perhatian karena minyak kayu putih merupakan bahan baku penting bagi industri farmasi, kesehatan, dan produk perawatan rumah tangga.
Commodity Expert CNBC Indonesia, Emmanuela Bungasmara Ega Tirta, mengidentifikasi beberapa penyebab penurunan produksi ini, yaitu perubahan cuaca yang mengganggu proses produksi maupun kualitas minyak, serta kurangnya teknologi penyulingan yang membuat produksi tidak berjalan maksimal. Penurunan ini berpotensi berdampak pada pasokan bahan baku industri dalam negeri.
Bagikan
Berita terkait
Hari Statistik Nasional 2026, BPS Apresiasi Kontribusi PLN dalam Penguatan Kualitas Data
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 21.42
Harga Cabai hingga Beras Bakal Sumbang Inflasi September 2026
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 20.30
Pemerintah Sebut Penciptaan Lapangan Kerja di RI Lebih Banyak dari PHK
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 08.35
HSN 2026, BSSN Raih Penghargaan dari BPS
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 22.16