Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Waka MPR Dorong Kemitraan RI-China Bidang Transisi Energi-Ekonomi Hijau

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mendorong hubungan Indonesia-China memasuki babak baru dengan fokus pada transisi energi dan ekonomi hijau. Hal ini disampaikan dalam forum Indonesia-China Dialogue, menekankan perlunya kerja sama yang tidak hanya terbatas pada perdagangan dan investasi, tetapi juga percepatan transisi energi, penguatan ketahanan energi nasional, dan pertumbuhan ekonomi hijau. Eddy menyoroti perubahan global akibat ketegangan geopolitik dan perubahan iklim yang menuntut kemitraan berorientasi nilai tambah, transfer teknologi, dan penguatan kapasitas industri.

Eddy menjelaskan China memiliki pengalaman dalam energi baru terbarukan, menguasai sekitar 90% produksi panel surya dunia, 70% sistem penyimpanan energi baterai, 65% manufaktur turbin angin, serta menjadi produsen kendaraan listrik terbesar. Sementara itu, Indonesia memiliki Program 100 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar US$ 100 miliar, dengan US$ 70 miliar dari sektor swasta dan US$ 30 miliar dari pemerintah, untuk menggantikan pembangkit listrik diesel melalui integrasi PLTS dan sistem penyimpanan energi baterai (BESS). Keberhasilannya bergantung pada kepastian regulasi, percepatan pengadaan proyek, tarif yang pasti, dan skema pembiayaan kompetitif.

Kerja sama Indonesia-China telah berkembang konkret melalui proyek seperti pengembangan industri baterai kendaraan listrik, pembangkit listrik tenaga surya, penguatan jaringan transmisi, dan pengolahan sampah menjadi energi. Eddy menegaskan Indonesia harus menjadi pusat pertumbuhan industri energi bersih di Asia dengan memanfaatkan sumber daya alam dan kemitraan strategis, bukan sekadar pasar teknologi hijau, untuk mencapai ketahanan energi dan daya saing ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait