Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Wamenkomdigi: AI bekal wajib hadapi dinamika cara kerja era digital

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan bahwa para pekerja di Indonesia wajib memiliki pemahaman tentang teknologi kecerdasan artifisial (AI), khususnya AI generatif yang sedang berkembang pesat dan mengubah cara kerja perusahaan. Menurut laporan Organisasi Buruh Internasional (ILO), hampir satu dari empat pekerja di kawasan ASEAN terdampak oleh AI generatif. Dampak penerapan AI tidak hanya terbatas pada lapangan kerja, tetapi juga memengaruhi pendapatan negara dan struktur fiskal, sehingga pemerintah Indonesia tidak dapat menunggu hingga dampak terjadi sebelum menyiapkan langkah mitigasi.

Pemerintah Indonesia mengedepankan kebijikan dengan memperkuat kapasitas pemerintah dalam memahami, mengelola, dan memanfaatkan teknologi AI untuk kepentingan nasional. Pendekatan ini penting agar transformasi AI dapat dikelola sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap tenaga kerja dan perekonomian. Wamenkomdigi menekankan bahwa peningkatan keterampilan dan pelatihan ulang aparatur sipil negara (ASN) menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi ASN yang terlibat dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan, perpajakan, ekonomi digital, dan tata kelola digital.

Nezar berharap penguatan kompetensi pemerintah dilakukan dengan fokus pada literasi AI, kemampuan analisis kebijakan, dan pengambilan keputusan berbasis data. Dengan kapasitas tersebut, ASN diharapkan menjadi penggerak transformasi pemerintahan digital dan membantu membangun tenaga kerja nasional yang tangguh menghadapi era AI. Pemerintah juga harus ditopang oleh tata kelola AI yang kuat dan koordinasi lintas sektor agar dapat merumuskan kebijilan yang tidak reaktif atau kontraproduktif.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait