Wamenlu Anis Matta Peringatkan Asia Terancam Krisis Energi Akibat Perang Hibrida
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta memperingatkan bahwa eskalasi perang hibrida global, khususnya konflik di Eropa dan Timur Tengah, berpotensi menyebabkan krisis energi dan tekanan ekonomi di Asia. Menurutnya, konstelasi geopolitik global kini berada dalam fase 'Perang Dunia Ketiga dalam wajah baru', di mana kekuatan besar bersaing tidak secara langsung, tetapi melalui instrumen ekonomi, siber, teknologi, dan blokade geografis. Anis menjelaskan bahwa tujuan perang hibrida adalah membuat musuh habis dan runtuh dengan mengorbankan seluruh sumber dayanya, dan dampaknya tidak hanya terbatas pada negara yang bertikai, tetapi juga meluas secara regional dan global.
Salah satu risiko terbesar yang disoroti Anis adalah terganggunya ketahanan energi Asia, terutama pasokan minyak dari Timur Tengah. Konflik di wilayah tersebut dan potensi gangguan terhadap jalur strategis seperti Selat Hormuz dapat memengaruhi distribusi minyak dunia. Anis menegaskan bahwa Asia paling rentan karena menjadi pusat industri dan memiliki populasi besar, sementara kebutuhan energinya masih bergantung pada impor. Tiongkok mengimpor lebih dari 16 juta barel minyak per hari, sementara Indonesia mengimpor sekitar satu juta barel per hari. Jika pasokan dari Teluk terganggu akibat serangan militer atau blokade, Asia adalah kawasan yang paling menderita.
Anis menambahkan bahwa gangguan pasokan minyak dapat memberikan tekanan terhadap perekonomian Indonesia melalui peningkatan subsidi energi dan beban APBN. Sektor manufaktur juga berisiko terdampak karena bergantung pada pasokan energi dan pasar ekspor. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas politik, ekonomi, dan sosial di dalam negeri agar Indonesia dapat menarik arus investasi ketika negara lain menghadapi ketidakpastian. Anis berharap Indonesia dapat menjadi negara yang aman dan tenang di tengah hawa perang global ini, sehingga modal dan hal-hal baik akan mengalir ke tempatnya.
Bagikan
Berita terkait
Krisis Minyak Global Memburuk, G7 Gelar Pertemuan Darurat
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 09.33
Jaringan Listrik Lumpuh Total, Kuba Gelap Gulita
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 17.16
Harga Minyak Turun Tipis, Pasar Cermati Arus Hormuz dan Tekanan AS ke Iran
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 18.00
Menkeu Scott Bessent: AS Bakal Terapkan Sanksi Terberat kepada Iran
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 17.45