Jaringan Listrik Lumpuh Total, Kuba Gelap Gulita
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jaringan listrik di Kuba mengalami pemadaman total pada Minggu malam waktu setempat, menyebabkan negara berpenduduk sekitar 10 juta jiwa itu gelap gulita. Kejadian ini terjadi di tengah meningkatnya frekuensi pemadaman listrik nasional, setelah tiga insiden serupa sepanjang bulan Juli. Kondisi ini memperburuk situasi energi yang sudah kritis di negara tersebut.
Pemadaman ini dipicu oleh ketiadaan pasokan bahan bakar akibat blokade minyak yang diterapkan oleh Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump. Venezuela, yang sebelumnya menjadi pemasok minyak utama Kuba, terhenti pasokannya setelah AS melakukan operasi militer untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro. Impor minyak dari Meksiko juga terhenti karena tekanan AS. Infrastruktur energi Kuba yang sudah tua semakin tertekan tanpa pasokan bahan bakar yang memadai.
Sebagai respons, pemerintah Kuba mulai membuka sektor energi yang sebelumnya terkontrol ketat. Mereka mengizinkan usaha impor bahan bakar yang didukung pihak asing dan memberikan lisensi kepada hampir 200 perusahaan Kuba untuk berpartisipasi dalam distribusi bahan bakar grosir. Langkah ini diambil untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar dan dampak sanksi internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 11.40
Pemadaman Listrik Massal Terjadi Lagi, Seluruh Negeri Gelap Gulita
Berita terkait
BBM Langka dan Krisis Energi, Negara Ini Kini Bergantung pada China
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 18.30
Listrik Kuba Kolaps Lagi, Jutaan Warga Dirundung Gelap
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.48
Pakar Ini Sebut Iran Tetap Akan Menang Game of Economic Chicken Melawan AS
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 19.40
AS Gunakan Sarana Diplomatik, Militer dan Ekonomi untuk Menekan Iran
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 08.00