Harga Minyak Turun Tipis, Pasar Cermati Arus Hormuz dan Tekanan AS ke Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak Brent turun tipis pada Jumat 21 Agustus menjadi $93,16 per barel dari $93,78 sebelumnya, sementara WTI menjadi $86,16 dari $86,83. Meski turun satu hari, harga minyak tetap naik lebih dari 5 persen sepanjang pekan mencermati kekhawatiran konflik di Timur Tengah. Pasar memantau peningkatan arus kapal tanker melalui Selat Hormuz yang dikontrol AS, berhasil mengalirkan sekitar 10 juta barel per hari atau separuh pasokan global. Di sisi lain, tekanan ekonomi AS terhadap Iran masih menjadi sorotan pasar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 15.45
Iran Siapkan Target Baru Jika Trump Serang Lagi, Aset Militer AS di Eropa Jadi Sasaran Berikutnya
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 08.53
Pasukan AS diam-diam kawal kapal tanker minyak lintasi Selat Hormuz
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 03.30
80% Kapal Pilih Jalur Oman, Apakah Iran Sudah Kehilangan Kendali di Selat Hormuz?
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 18.26
Iran: Sanksi Baru AS adalah Terorisme Ekonomi, Kejahatan terhadap Kemanusiaan
Berita terkait
JD Vance Sebut Tekanan Ekonomi Alat Paling Efektif AS terhadap Iran
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 17.00
Pasukan AS Diam-diam Kawal Kapal Tanker Minyak Lintasi Selat Hormuz
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 11.12
Iran Siap Arahkan "Serangan" Baru ke Eropa, Ini Targetnya
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.22
Mohammad Bagher Ghalibaf Tegaskan Tekanan AS Tak Akan Paksa Iran Beri Konsesi Tambahan
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 14.00