Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Wamensos Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Pekalongan

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mendorong pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan sebagai upaya memutus siklus kemiskinan antargenerasi. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin masuk desil 1 dan 2 DTSEN, dengan pendidikan berasrama yang memungkinkan mereka meraih cita-cita seperti menjadi dokter, tentara, atau polisi. Calon siswa ditentukan melalui verifikasi langsung ke rumah berdasarkan data DTSEN, kemudian disetujui oleh bupati dan dikirimkan ke Menteri Sosial. Target maksimal program ini adalah 2.500 siswa (SD, SMP, SMA), dengan kapasitas saat ini masih 1.000-1.500 siswa.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan siap menyediakan lahan seluas 8,1 hektare di Kelurahan Kedungwuni Timur untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Plt Bupati Sukirman menyatakan kesiapan pemerintah daerah memenuhi persyaratan administrasi, dengan target realisasi pembangunan pada 2027. Agus Jabo menargetkan 200 Sekolah Rakyat permanen tahun ini, dengan 158 sudah terbentuk.

Kondisi kemiskinan di Pekalongan masih signifikan, dengan angka kemiskinan 8,05 persen pada 2025 dan kemiskinan ekstrem 1.030 jiwa. IPM kabupaten mencapai 72,71, di bawah rata-rata nasional (75,90). Tantangan pendidikan terlihat dari 14.558 Anak Tidak Sekolah (ATS) dan rata-rata lama sekolah hanya 7,50 tahun. Program Sekolah Rakyat diharapkan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait