Wapres AS Sebut Nuklir Iran Bukan Lagi Prioritas AS, Terus Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan program nuklir Iran tidak lagi menjadi prioritas utama pemerintah setelah perang dimulai. Prioritas kini adalah menjaga harga bahan bakar tetap murah bagi masyarakat Amerika. Dalam wawancara dengan Fox News pada Jumat (14/8/2026), Vance menyebut harga minyak turun drastis dari puncaknya di awal konflik. Program nuklir Iran kini menjadi prioritas kedua setelah mengamankan pasokan minyak melalui Selat Hormuz. Perang yang berpusat pada kontrol Selat Hormuz, jalur strategis untuk pasokan energi global. Iran hampir menutup Selat Hormuz sebagai balasan serangan militer AS, memberikan posisi tawar. Pernyataan Vance menggambarkan daya tawar Iran dalam konflik. Dukungan publik terhadap Trump menurun tajam, terutama terkait lonjakan harga bensin sebelum pemilu November.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 04.19
Trump Sebut Akan Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS Usai Kalahkan Iran
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 08.52
Selat Hormuz Belum Temui Titik Terang, Harga Minyak Catat Lonjakan 40% Tahun Ini
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 15.18
Iran dan Oman Sepakati Peta Pergerakan Navigasi di Selat Hormuz, Perang Segera Berakhir?
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 10.20
Iran & Oman Capai Kesepakatan Soal Peta Rute Pelayaran di Selat Hormuz
Berita terkait
Update Terbaru Perang Iran, Trump Sebut AS Kuasai 100% Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 15.40
Trump Klaim AS Pegang Kendali Penuh atas Selat Hormuz
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 09.44
Harga Minyak Hari Ini Melambung Setelah Selat Hormuz Belum Bakal Dibuka
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 08.26
Iran-AS Masih Ribut soal Selat Hormuz, Harga Minyak Naik Lagi
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 08.00