Warga Padarincang: Proyek Berhenti, Penolakan Geothermal Tidak Berakhir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Desa Batukuwung, Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, telah berhenti dan area lokasi kini ditinggalkan, dengan alat berat tidak terlihat dan lokasi sempat ditelan rumput. Namun, penolakan warga, termasuk Yahdi yang bergantung pada pertanian, tetap kuat terhadap proyek yang dianggap berpotensi merusak ekosistem Gunung Parakasak dan sumber air. Konflik ini berlangsung sejak 2015, ketika warga mulai mengikuti rencana pengembangan panas bumi di wilayahnya. Pada 2018, sekitar 2 hektare hutan di Gunung Prakasak dibabat, dan dua wellpad serta kolam air dibangun oleh PT SBG untuk eksplorasi, meski rencana pengeboran 10 titik tidak dilanjutkan hingga kini. Aktivitas terakhir terlihat pada masa pandemi, setelahnya proyek tidak memperlihatkan perkembangan signifikan. Warga tetap menolak hingga kini, khawatir dampaknya pada kehidupan dan lingkungan, terutama setelah longsor menyapu bersih dua rumah di Kampung Cikoneng dan Kampung Begog. Yahdi menegaskan bahwa konflik akan berkelanjutan jika pemerintah tidak mempertimbangkan kondisi sosial dan geografis wilayah sebelum melanjutkan proyek. Meski tidak ada aktivitas terkini, warga tidak yakin proyek benar-benar berakhir, mengingat target nasional pengembangan energi panas bumi hingga 17,6 GW pada 2050.
Bagikan
Berita terkait
Kementerian ESDM Segera Lelang 14 Blok Panas Bumi, Lebih Cepat dari RUPTL
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 15.06
ESDM Ultimatum Proyek Panas Bumi Mangkrak, Izin Bisa Dicabut Jika Tak Bergerak
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 15.00
Kerangka Jembatan Program Bang Andra Roboh, 2 Orang Jadi Korban
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 14.55
Pemerintah Percepat Lelang 14 Lokasi Panas Bumi, Tak Lagi Tunggu 10 Tahun
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 14.17