Warga Telatang Bertahan di Tengah Menurunnya Produktivitas Lahan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Aktivitas pertambangan batu bara dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di sekitar Desa Telatang, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, berdampak signifikan terhadap mata pencaharian warga lokal. Para petani seperti Darmiana (54) dan Jumiati (40) mengalami penurunan produktivitas kebun cabai, jagung, dan sayuran secara drastis. Lahan pertanian yang dulunya menjadi sumber penghasilan utama kini tidak lagi optimal, sehingga pendapatan keluarga merosot.
Kondisi tersebut memaksa sebagian warga beralih profesi menjadi pedagang makanan kecil di tepi jalan sejak 2024 dan 2026 demi menyambung hidup. Namun, mata pencaharian baru ini menghadirkan tantangan berat karena tingginya volume lalu lintas truk pengangkut batu bara dan kendaraan operasional perusahaan. Para pedagang harus bekerja ekstra keras membersihkan meja dan menjaga wadah makanan tetap tertutup rapat agar dagangan tidak tercemar debu beterbangan.
Perubahan profesi ini menjadi gambaran umum yang dihadapi oleh para pekebun di Desa Telatang. Beralih menjadi pedagang warung makan merupakan strategi bertahan hidup bagi masyarakat setempat ketika sektor pertanian yang menjadi sandaran utama ekonomi keluarga semakin sulit diandalkan akibat dampak operasional industri sekitar.
Bagikan
Berita terkait
Alasan Warga di Cimahi Pasang Plang 'Rumah Dijual' Serentak
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 17.42
Kabar Kabur Suntik Mati PLTU
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 17.14
Video: Adopsi Alat Berat EV, Kontraktor Tambang Minta Keringanan Pajak
CNBC Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 18.00
Tambang Batu Bara Meledak, 11 Pekerja Tewas-Puluhan Hilang
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 06.30