Wartsila Soroti Fleksibilitas Jaringan Listrik Untuk Mempercepat Energi Terbarukan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wartsila menekankan pentingnya fleksibilitas jaringan listrik untuk mendukung integrasi energi terbarukan di Indonesia. Berdasarkan RUPTL 2025-2034, Indonesia berencana menambah kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 GW, termasuk 42,6 GW energi terbarukan dan 10,3 GW gas baru. Dengan meningkatnya kontribusi surya dan angin, sistem listrik perlu menyeimbangkan pasokan variabel dengan kebutuhan industri dan digitalisasi.
Ossi Ylinen, Managing Director PT Wartsila Indonesia, menyatakan bahwa ketahanan energi membutuhkan sistem yang mampu beradaptasi. Indonesia memiliki potensi besar untuk memperluas energi terbarukan sambil mendukung pertumbuhan ekonomi. Pembangkit berbasis mesin dengan start-up cepat diperlukan untuk menjaga keandalan pasokan saat mengintegrasikan lebih banyak energi bersih.
Geografi kepulauhan Indonesia menambah kompleksitas sistem kelistrikan, dari interkoneksi besar hingga sistem terpencil di pulau kecil. Oleh karena itu, solusi fleksibel dan terukur skala menjadi kunci untuk memenuhi kebutuhan energi masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 24 September 2026 pukul 10.15
Wartsila: Fleksibilitas Jaringan Listrik Kunci Indonesia Mempercepat Energi Terbarukan
Berita terkait
Negara Lain Cabut, RI Bertahan Penuhi Target Net Zero Emission 2060
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 14.45
Biodiesel Perkuat Posisi Indonesia dalam Ketahanan Energi Global
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 13.35
Danantara Ungkap Sektor Ini Bakal Jadi Motor Investasi Baru
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 17.29
Masuk RUPTL, Potensi PLTP Gunung Ungaran 55 MW Masih Harus Dibuktikan
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 16.52