Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Negara Lain Cabut, RI Bertahan Penuhi Target Net Zero Emission 2060

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia tetap berkomitmen mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060 sesuai Paris Agreement, meskipun sejumlah negara—termasuk negara-negara maju—memutuskan keluar dari kesepakatan tersebut. Bahlil menyampaikan hal ini dalam acara MKI Electricity Connect 2026, menyoroti bahwa komitmen global terhadap transisi energi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT) belum konsisten. "Hampir semua dunia berbicara tentang transisi energi, tetapi dunia juga belum konsisten pada keputusan konsensus Paris Agreement," ujurnya.

Menurut Bahlil, transisi energi menghadirkan tantangan besar, terutama terkait investasi yang diperlukan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. "Untuk melakukan transisi energi dengan EBT, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit," katanya.

Meski demikian, Indonesia tetap meneruskan agenda transisi energi melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. RUPTL memprogramkan pembangunan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 gigawatt (GW), dengan 70% dari kapasitas tersebut menggunakan energi baru terbarukan. Selain itu, jaringan transmisi yang akan dibangun mencapai sekitar 48.000 kilometer.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait