Waspada, Ini Karakteristik Abu Vulkanik Anak Krakatau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau meluas hingga ke wilayah Banten, Jawa Barat, dan Jakarta. Abu vulkanik berbeda dari debu biasa karena mengandung partikel kaca silika mikroskopis berukuran kurang dari 2 mm yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparan singkat dapat menyebabkan ISPA, batuk kering, sesak, iritasi mata, dan memperburuk kondisi asma serta PPOK. Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan dr. Daryono dari IABI menyarankan pembatasan aktivitas di luar ruangan, penggunaan masker N95/KN95, kacamia pelindung, serta pembersihan dengan cara yang aman seperti menyemprot air sebelum meng sapu. Warga juga dianjurkan untuk mandi setelah pulang, mencuci pakaian terpisah, dan menutup pintu serta jendela untuk mencegah masuknya abu. Empat bandara juga terpaksa menghentikan operasional akibat dampak abu pada penerbangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 15.30
Warga Jakarta Mulai Buru Masker Imbas Abu Anak Krakatau
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 14.05
Menkes Minta Warga Tidak Panik dan Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 13.43
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, KAI Commuter Imbau Pelanggan Pakai Masker
Media Indonesia · 6 September 2026 pukul 13.43
Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Menkes: Waspadai Tiga Hal
Berita terkait
Pramono Beri Kiat 5 M Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 13.29
Redam Abu Vulanik di Jakarta, Banten dan Lampung, BNPB Modifikasi Cuaca
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 13.15
Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Kemenkes Siapkan Nebulizer di Puskesmas
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 12.36
Tips Kurangi Risiko Gangguan Kesehatan dari Abu Vulkanik Aktivitas Gunung Anak Krakatau
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 12.00