Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Waspada Penyalahgunaan Smart Glasses, Siswi Jadi Korban Rekaman tanpa Izin

Video di TikTok memperlihatkan remaja laki-laki menggunakan smart glasses untuk merekam interaksi dengan seorang siswi di lingkungan sekolah secara diam-diam. Remaja tersebut terlihat memaksa siswi untuk memberikan akun media sosial, meski korban menolak dan berusaha menghindar. Pelaku terus mengikuti korban sambil merekam, menciptakan situasi tidak nyaman. Smart glasses, seperti produk Meta, memungkinkan perekaman video hands-free tanpa disadari oleh subjek yang direkam.

Fenomena ini bukan kasus tunggal. Penelusuran menemukan berbagai konten serupa yang diambil di lorong, kantin, hingga ruang kelas tanpa persetujuan siswa maupun staf sekolah. Hal ini mempertegas risiko privasi, di mana korban tidak memiliki kesempatan untuk menolak rekaman mereka disebarluaskan ke platform media sosial. Ketika rekaman digunakan untuk mempermalukan atau mendapatkan atensi melalui konten prank, teknologi ini bertransformasi menjadi sarana perundungan digital (cyberbullying).

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi sekolah dan orang tua untuk memberikan edukasi mengenai batasan privasi digital. Di tengah penyebaran perangkat wearable, kemampuan untuk merekam tidak boleh disalahartikan sebagai kebebasan untuk melanggar ruang aman dan kenyamanan orang lain, terutama anak-anak dan remaja. Platform media sosial dan produsen smart glasses juga perlu meninjau kebijakan untuk mencegah penyalahgunaan teknologi ini.

Berita terkait