WiLAT Indonesia & Policy+ Gelar Diskusi Bertajuk Akselerasi Adopsi Kendaraan Logistik Listrik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

WiLAT Indonesia bersama Policy+ menggelar diskusi bulat bertajuk "Mengakselerasi Adopsi Kendaraan Logistik Listrik: Pembelajaran dari Praktik Baik Pelaku Industri di Indonesia" di Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026. Acara ini dihadiri perwakilan asosiasi dan pelaku usaha dengan tujuan mengidentifikasi praktik baik elektrifikasi armada logistik.
Sektor logistik Indonesia menyumbang 25,11% dari total emisi transportasi nasional, atau lebih dari 45 juta ton CO2 ekuivalen. Namun adopsi kendaraan komersial ringan listrik pada periode 2023-2025 baru mencapai 0,13%, jauh di bawah tingkat adopsi kendaraan penumpang. Secara global, adopsi kendaraan logistik zero-emission naik dari kurang dari 1% pada 2021 menjadi 4% pada 2025.
Studi ICCT tahun 2025 menunjukkan segmen Electric Light Commercial Vehicle atau E-LCV sudah mencapai titik keekonomian biaya kepemilikan total (TCO) yang hampir setara kendaraan diesel. Ketua Umum WiLAT Indonesia Nurmaria Sarosa menekankan bahwa transisi ke kendaraan listrik bukan lagi soal kemauan, melainkan kesiapan ekosistem mencakup produk, kebijakan, dan sumber daya manusia.
Bagikan
Berita terkait
Kabar Baik, Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diumumkan dalam Sepekan
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 14.36
Insentif Kendaraan Listrik Segera Diumumkan!
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 19.08
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Tunggu Peraturan Menkeu
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 18.43
Kapan Insentif Kendaraan Listrik Berlaku? Menperin Bilang Gini
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 15.27