Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

WiLAT Indonesia & Policy+ Gelar Diskusi Bertajuk Akselerasi Adopsi Kendaraan Logistik Listrik

WiLAT Indonesia bersama Policy+ menggelar diskusi bulat bertajuk "Mengakselerasi Adopsi Kendaraan Logistik Listrik: Pembelajaran dari Praktik Baik Pelaku Industri di Indonesia" di Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026. Acara ini dihadiri perwakilan asosiasi dan pelaku usaha dengan tujuan mengidentifikasi praktik baik elektrifikasi armada logistik.

Sektor logistik Indonesia menyumbang 25,11% dari total emisi transportasi nasional, atau lebih dari 45 juta ton CO2 ekuivalen. Namun adopsi kendaraan komersial ringan listrik pada periode 2023-2025 baru mencapai 0,13%, jauh di bawah tingkat adopsi kendaraan penumpang. Secara global, adopsi kendaraan logistik zero-emission naik dari kurang dari 1% pada 2021 menjadi 4% pada 2025.

Studi ICCT tahun 2025 menunjukkan segmen Electric Light Commercial Vehicle atau E-LCV sudah mencapai titik keekonomian biaya kepemilikan total (TCO) yang hampir setara kendaraan diesel. Ketua Umum WiLAT Indonesia Nurmaria Sarosa menekankan bahwa transisi ke kendaraan listrik bukan lagi soal kemauan, melainkan kesiapan ekosistem mencakup produk, kebijakan, dan sumber daya manusia.

Berita terkait