Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Yaman Kembali Bergolak, Krisis Kemanusiaan Mengintai

Pasukan Houthi yang didukung Iran berhasil merebut kota pelabuhan Mokha pada awal September, memaksa ribuan warga termasuk keluarga Mohammed Musleh untuk meninggalkan rumah tanpa sempat membawa barang-barang. Keluarga Musleh kini mengungsi ke Aden bersama dua putri kecilnya, hidup di rumah kerabat sambil berharap bisa kembali. Situasi serupa terjadi di Taiz dan kota-kota lain di selatan Yaman, di mana warga menghadapi kenaikan harga, kelangkaan bahan pokok, dan ancaman pengepungan ulang. Sejak akhir Juli, Houthi memperluas wilayah kontrolnya dari utara dan tengah hingga sebagian besar pesisah Laut Merah, merebut wilayah dari pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi. Konflik ini juga melibatkan serangan rudal dan drone antara Houthi dan Arab Saudi, sementara Houthi mengincar Pegunungan Kahboub strategis di dekat Selat Bab el-Mandeb. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan setidaknya 674 orang tewas dan 2.998 terluka sejak pertempuran meningkat pada Agustus, sementara Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mencatat lebih dari 132.000 orang telah mengungsi. PBB memperkirakan gelombang pengungsian baru dapat terjadi jika pertempuran berlanjut, dengan banyak warga beralih ke wilayah Aden, Lahj, Abyan, Al Dhale'e, dan Marib. Sebelum eskalasi terbaru, lebih dari 5,2 juta orang sudah mengungsi di dalam Yaman, dan sekitar 22 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan. Di lokasi pengungsian seperti Al-Kud di Abyan, kondisi semakin memburuk akibat bertambahnya jumlah pendudat dan minimnya dukungan logistik. Warga bergantung pada kemurahan hati sesama pengungsi, dengan contoh kasus seorang lelaki yang menampung 22 keluarga dengan sekadar satu jamban dan makan bergiliran setiap dua hari. Pemimpin Houthi Abdul-Malik al-Houthi membantah menyasar warga sipil di wilayah barat dan selatan, namun analis politik menilakan pernyataan tersebut sebagai tidak kredibel. Konflik ini semakin memperparah krisis kemanusiaan yang sudah lama berlangsung di Yaman.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait