Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

"NATO Islam" Siaga, Arab Saudi Cs Siapkan Amunisi Hadapi Houthi Yaman

Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bersiap mengadakan pertemuan darurat para kepala staf militer untuk membahas dukungan terhadap Riyadh menghadapi serangan Houthi di Yaman. Langkah ini diumumkan setelah pertemuan Menteri Luar Negeri ketiganya di New York, yang sepakat menggunakan mekanisme Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah. Perjanjian tersebut, ditandatangani pada 7 Agustus, menegaskan bahwa serangan terhadap salah satu anggota dianggap serangan terhadap seluruhnya, sering disebut sebagai "NATO Islam". Sebelumnya, para menteri pertahanan dan luar negeri ketiganya bertemu di Istanbul untuk membentuk sekretariat dan meningkatkan kerja sama militer.

Serangan Houthi yang meningkat memicu respons militer. Arab Saudi berhasil mencegat enam rudal balistik yang diluncurkan ke Taif dan Yanbu. Houthi juga mengklaim serangan rudal dan drone ke target sensitif di Riyadh dan fasilitas Saudi Aramco di Yanbu. Prancis mengumumkan dukungan dengan mengirim aset militer, termasuk tentara, radar, dan sistem pertahanan untuk melindungi Yanbu.

Konflik di Yaman kembali mematikan. Menurut AFP, setidaknya 150 pejuang tewas dalam 24 jam hingga Jumat, meliputi 98 dari pihak pemerintah dan 52 dari Houthi. Pertempuran terjadi di Pegunungan Kahboub dan wilayah antara Lahj dan Taiz. Houthi juga menguasai kota pelabuhan Mocha dan pulau-pulau strategis di Laut Merah, memperkuat kontrolnya di sekitar Selat Bab al-Mandeb yang kritis bagi 12% perdagangan global. UNHCR memperkirakan lebih dari 230.000 orang mengungsi sejak awal September, menambah 5,2 juta pengungsi internal yang sudah ada.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait