Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Yang Sudah Diketahui soal Banjir Bandang di Nepal

Bencana banjir bandang dan tanah longsor dahsyat melanda wilayah pegunungan di perbatasan Nepal dan Tibet (Tiongkok) pada Rabu (26/8) pagi waktu setempat. Bencana ini dipicu oleh runtuhnya bagian bawah gletser di wilayah hulu Himalaya yang langsung meluap ke aliran Sungai Bhote Koshi dan Trishuli. Getaran dan energi akibat runtuhnya gletser sempat dikira gempa bumi oleh warga setempat. Hingga Kamis (27/8), total korban tewas mencapai sedikitnya 160 orang. Kepolisian Nepal berhasil mengevakuasi 157 jenazah di wilayah perbatasan, sementara otoritas di sisi Tibet mengevakuasi 3 korban jiwa. Infrastruktur penting seperti jembatan, jalan raya, perumahan, hingga proyek PLTA di sepanjang lembah hancur diluluh lantak diterjang arus lumpur.

Pihak berwenang dari kedua negara masih terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di tengah tumpukan sedimen lumpur yang tebal. Ratusan warga lokal masih belum diketahui nasibnya. Badan Pariwisata Nepal melaporkan 644 pelancong dan wisatawan asing dari 33 negara yang hilang di area terdampak bencana. Gletser di kawasan hulu pegunungan Himalaya runtuh pada Rabu pagi (26/8), melepaskan energi besar hingga menimbulkan getaran hebat menyerupai gempa. Sinyal energi terdeteksi pada pukul 08.37 waktu setempat oleh badan pemantau geologi. USGS awalnya mengumumkan sinyal sebagai gempa bumi magnitudo 4,4, namun kemudian mengoreksi menyatakan bahwa sinyal berasal dari tanah longsor, bukan gempa bumi.

Aliran air bah yang membawa material lumpur menyapu bersih wilayah hilir di sepanjang aliran Sungai Bhote Koshi dan Trishuli. Di wilayah Nepal, banjir bandang menghancurkan kawasan permukiman padat di Timure dan Syabrubesi di Distrik Rasuwa. Bencana ini juga merusak infrastruktur listrik dan fasilitas pos lintas batas Gyirong di sisi Tibet, China. Banjir bandang ini memicu evakuasi massal sekitar 5.000 penduduk di wilayah Bihar, India. Kementerian Luar Negeri Indonesia terus memantau keselamatan WNI di Nepal dan China, belum ada laporan WNI yang terdampak.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait