Yusril Dorong Sintesis Pemikiran Natsir dan Habibie Menuju Indonesia 2045
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Yusril Ihza Mahendra dalam BJ Habibie Memorial Lecture Ke-5 menyampaikan bahwa pembangunan Indonesia memerlukan sintesis antara pemikiran Mohammad Natsir tentang etika peradaban dan Bacharuddin Jusuf Habibie tentang kedaulatan kemampuan. Natsir menekankan orientasi moral, keadilan, dan musyawarah dalam pengelolaan kekuasaan, sementara Habibie fokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan industri mandiri. Yusril menyebut lima agenda pokok menuju Indonesia 2045: memperkuat IPTEK, kebijakan industri berbasis kemampuan lokal, menjaga demokrasi, internalisasi Pancasila, dan adaptasi hukum terhadap teknologi. Industri pengolahan saat ini menopang suplus perdagangan Indonesia hingga Juli 2026.
Bagikan
Berita terkait
Yusril: Pembangunan RI Sejalan Ide Habibie, SDM-Riset Jadi Agenda Nasional
Detik.com · 2 September 2026 pukul 13.04
Yusril Minta Masyarakat Tak Terprovokasi usai Kericuhan 27 Agustus
kumparan · 30 Agustus 2026 pukul 17.56
Menko Yusril Imbau Publik Tetap Tenang Usai Ricuh Pascaaksi 27 Agustus
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 16.08
Muktamar NU ke-35: saatnya Pesantren Jadi Kompas Hadapi Perubahan Zaman
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 21.29