Zulhas Dorong Percepat Pengolahan Sampah Jadi Listrik di 40 Kota
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy di 40 kota dengan volume sampah di atas 1.000 ton per hari. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menargetkan pembangunan PSEL ini rampai pada 2027 hingga 2028. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan memberikan manfaat energi dari sampah yang ada.
Sebagai bagian dari strategi nasional, pemerintah menargetkan 70 hingga 80 persen masalah sampah nasional selesai pada 2029. Pencapaian ini tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas PSEL, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumber. Pemerintah juga menyiapkan skema pengolahan sampah mandiri di perkantoran, pasar, dan pusat perbelanjaan.
Zulhas menekankan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan utama. Pemilahan sampah organik dan anorganik perlu diperkuat mulai dari tingkat rumah tangga agar jumlah sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang secara signifikan. Edukasi dan perubahan kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah dianggap kunci keberhasilan pengelolaan sampah nasional.
Bagikan
Berita terkait
Kebut 70% Sampah Tuntas, Zulhas Bakal Groundbreaking TPSEL di Bekasi
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 17.15
TPA Cipayung Overload, DLHK Depok Siapkan RDF Plant Berkapasitas 1.000 Ton per Hari
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 16.00
Sampah Kota Belum Diolah Optimal, ESDM Dorong Sulap Jadi Listrik
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 03.45
Olah Sampah Jadi Energi, BUMN Ini Gandeng Perusahaan China
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 18.32