Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Arsip

Minggu, 27 September 2026


Peristiwa hari itu

Semua peristiwa →

  1. Blue Fire Muncul di Kawah Papandayan, Penyebab dan Ancaman Gas Vulkanik

    Fenomena blue fire teramati di Kawah Manuk, Gunung Papandayan, Jawa Barat pada 23-24 September 2026. Dipicu pembakaran belerang di area solfatara akibat pelepasan panas vulkanik tinggi. PVMBG menyatakan penyempitan bukaan Kawah Manuk sejak 2025 berpotensi mengubah jalur gas panas, menyebabkan keunguan biru pada 23 September hingga keputihan pada 24 September. Status aktivasi Gunung Papandayan tetap Level I (Normal). Fenomena serupa pernah terpantau pada Maret 2023 dan Juli 2025, menurut kumparan. Blue fire bersifat bervariasi tergantung pasokan panas, suplai belerang, dan rekahan lapangan. Pemantauan berkelanjutan dilakukan untuk menganalisis potensi bahaya. Masyarakat dan wisatawan dilarang aktivitas dalam radius 500 meter dari kawah aktif, terutama saat cuaca buruk. Kunjungan wisata ke TWA dibatasi hingga Pos 4. Hingga 26 September, blue fire tidak terlihat, namun pemantauan gas beracun dan longsor di dinding kawah tetap ditingkatkan.

  2. Pertamina NRE Pasang PLTS dan Air Bersih di SD Gunung Bayu Simalungun

    Pertamina New & Renewable Energy (NRE) menyerahkan fasilitas Sekolah Energi Berdikari (SEB) ke SDN 091686 Gunung Bayu, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada 24 September. Bantuan tersebut meliputi pemasangan Panel Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2,8 kWp dengan baterai 5 kWh, sumur bor, dan renovasi toilet sekolah. Sebelumnya, sekolah tersebut tidak memiliki listrik dan sumber air layak selama hampir 15 tahun. PLTS digunakan untuk mendukung operasional pompa air sumur bor dan memenuhi kebutuhan listrik sekolah. Program ini memberikan manfaat bagi 85 siswa dan 15 guru, dengan proyeksi efisiensi biaya listrik sebesar Rp5,182 juta per tahun dan reduksi emisi sebesar 3.192 kg CO2e per tahun.

  3. InJourney Airports dan Pertamina Raih Penghargaan di The Best Contact Center Indonesia 2026

    PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) serta PT Pertamina (Persero) masing-masing meraih penghargaan dalam acara The Best Contact Center Indonesia 2026 pada 24 September 2026. InJourney Airports memenangkan dua penghargaan: The Best Customer Experience (Gold) dan The Best Contact Center Operation (Silver), bersaing di antara 62 institusu dengan 130 juri nasional dan 18 juri korporat dari 8 negara. Sementara itu, Pertamina menerima tiga penghargaan: Silver pada kategori The Best Service Quality Management Team (Small), serta Silver dan Bronze pada kategori The Best Agent Digital Email Publik yang diterima oleh Robiat Ul Auliah dan Tony Dwi Kuswara masing-masing. Perbedaan jumlah penghargaan terdapat pada InJourney Airports yang menerima 2 penghargaan dibanding Pertamina dengan 3 penghargaan. Kedua perusahaan menyatakan penghargaan ini sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas layanan customer experience melalui contact center 24/7 dengan berbagai kanal komunikasi.

  4. Starbucks Tutup 250 Gerai di Amerika Utara untuk Pemulihan Bisnis

    Starbucks akan menutup sekitar 250 gerai di Amerika Utara, atau 1% dari total 18.000 gerai di wilayah tersebut. Langkah efisiensi di bawah CEO Brian Niccol ini menyasar lokasi yang tidak menguntungkan secara finansial atau gagal memberikan pengalaman pelanggan yang konsisten. Sebagian besar penutupan diproyeksikan selesai sebelum akhir tahun fiskal 2026 pada September 2026.

  5. Apindo: Manufaktur Harus 25-30% PDB untuk Pertumbuhan 8%, Usulkan Flexicurity

    Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menekankan sektor manufaktur harus meningkatkan kontribusi terhadap PDB dari 19% menjadi 25-30% untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional 8%. Kontribusi ini turun dari kisaran 29% pada awal 2000-an menjadi 19% saat ini, atau 16% jika mengecualikan kontribusi CPO. Penurunan teraksentik diakui dipicu regulasi ketenagakerjaan sejak UU No. 13 Tahun 2003. Dengan 7,22 juta pengangguran terbuka per Februari 2026 dan produktivitas pekerja Indonesia yang berada peringkat 48 dunia, Apindo mengusulkan prinsip 'flexicurity' dalam revisi UU Ketenagakerjaan untuk menyeimbangkan fleksibilitas pengusaha dan perlindungan pekerja. RUU Perlindungan Ketenagakerjaan sedang dibahas di Level I DPR dan pemerintah dengan menggeser konsep 'kerja tetap' menjadi 'tetap kerja' untuk memastikan perlindungan sosial pekerja setelah kehilangan pekerjaan. Beberapa media menyebutkan defect ratio produksi mencapai 50% dan biaya lembur tinggi sebagai dampak rendahnya produktivitas.