15 PLTU Beremisi Tinggi Masuk Radar Pemensiunan Dini 2030-2035
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan bahwa 15 PLTU dengan emisi tinggi akan masuk dalam rencana pembersihan energi yang dilakukan secara bertahap pada 2030-2035. Mayoritas PLTU yang dituju berada di Pulau Jawa, dengan sebagian juga di Sumatera. PLTU-PLTU tersebut akan digantikan oleh pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan. Pemerintah masih mengevaluasi jenis pembangkit pengganti yang paling tepat, termasuk salah satunya adalah program PLTS 100 GW yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Namun, target PLTS 100 GW tidak sepenuhnya sejalan dengan rencana pembersihan PLTU. Proses pembersihan ini tidak akan dilakukan serentak untuk menjaga kelangsungan pasokan listrik bagi masyarakat dan industri. Pembersihan PLTU juga bergantung pada kesiapan pendanaan karena setiap pembangkit memiliki kontrak serapan daya yang berbeda. Jika pembangkit dihentikan sebelum kontrak berakhir, pemerintah dan PT PLN harus menanggung biaya finansial sesuai ketentuan kontrak. Oleh karena itu, percepatan pembersihan PLTU membutuhkan dukungan pendanaan yang kuat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 17.15
ESDM Evaluasi 15 PLTU Emisi Tinggi Untuk Dipensiunkan Bertahap
Berita terkait
Geo Dipa Dapat PMN Rp1,3 T untuk Bangun Pembangkit Panas Bumi
CNN Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 11.10
Geo Dipa Rancang Pasar Karbon Global, Maskapai Jepang Melirik
kumparan · 3 Oktober 2026 pukul 10.45
Pengusaha Ungkap Tantangan Pemerintah Geber PLTS
Detik.com · 3 Oktober 2026 pukul 09.10
OJK Catat Pasar Modal Himpun Rp169,5 T hingga September
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 21.00