Jakarta · Minggu, 13 September 2026Cari
WargaKonoha

17 Tahun Indonesia Eximbank (LPEI) Dorong Ekspor Nasional

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank merayakan 17 tahun berdirinya pada September 2026. Didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009, LPEI berperan sebagai policy bank dan Special Mission Vehicle (SMV) pemerintah untuk mendukung kebijakan ekspor nasional. Dalam 17 tahun, LPEI menyalurkan berbagai bentuk dukungan termasuk pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan jasa konsultasi melalui program Pembiayaan Ekspor Nasional dan Penugasan Khusus Ekspor (PKE). Dukungan diberikan untuk proyek ekspor ke luar negeri seperti di Malaysia, Amerika Serikat, Timor Leste, dan Arab Saudi, serta melalui skema buyers' credit seperti ekspor gerbong kereta api PT INKA ke Bangladesh.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya peran LPEI dalam membantu sektor yang kesulitan memperoleh pembiayaan, terutama sektor tekstil, sepatu, dan baja yang terdampak globalisasi. LPEI juga aktif membuka pasar nontradisional melalui ekspor pesawat PT Dirgantara Indonesia ke Nepal, Senegal, Filipina, dan ekspor gerbong kereta api PT INKA ke Selandia Baru. Pada 2025, dukungan diperluas ke sektor strategis seperti ekspor jarum suntik farmasi ke lebih dari 30 negara dan ekspansi restoran lokal ke Malaysia dalam program Indonesia Spice Up the World.

LPEI juga menggelar Indonesia Eximbank Export Champion Award untuk menghargai pelaku ekspor unggul. Transformasi LPEI dilakukan untuk memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan. Hingga Juni 2026, dampak sosial dan ekonomi dari fasilitas pembiayaan LPEI mencapai 3,49 kali lipat dari setiap rupiah yang disalurkan, melalui kontribusi pada pengurangan kemiskinan, pemberdayaan perempuan, dan penciptaan pekerjaan layak. Program Coaching Program for New Exporters (CPNE) berhasil melatih 1.983 eksportir baru sejak 2019, sementara program Desa Devisa telah menjangkau 2.618 desa di Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait