20% APBN Disebut Cukup, Ide Prabowo Gratiskan Pendidikan hingga Kuliah Bisa Terwujud
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan gratis biaya pendidikan dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi mulai mendapatkan dukungan dari DPR. Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menyatakan bahwa alokasi 20 persen anggaran pendidikan dari APBN sesuai amanat konstitusi sudah cukup untuk merealisasikan program ini. Menurutnya, dengan 20 persen alokasi tersebut, tidak hanya sekolah negeri yang bisa digratiskan, tetapi juga sekolah swasta dan perguruan tinggi. "Kami sudah menghitung dari SD sampai perguruan tinggi, bahkan tidak hanya negeri, tapi swasta juga bisa gratis," ujarnya. Rencana ini juga selaras dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 03/XXII/2024 yang mengharuskan pemerintah dan pemerintah daerah menjamin wajib belajar di jenjang pendidikan dasar tanpa biaya. Fikri menambahkan, pelaksanaan kebijakan ini diperkirakan mulai terlihat dalam postur APBN 2027, dengan landasan eksekusi yang akan disiapkan pada tahun 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 00.21
Prabowo Mau Pendidikan Negeri Gratis Sampai Universitas, Komisi X Soroti Nasib PTS
Detik.com · 21 September 2026 pukul 21.56
Seskab: Presiden Komitmen Pendidikan Gratis SD-Kuliah demi Masa Depan RI
kumparan · 21 September 2026 pukul 19.44
Prabowo Mau Pendidikan Gratis, KSP Dudung: Sudah Perintah, Kita Laksanakan
Detik.com · 21 September 2026 pukul 07.08
Mendikdasmen: Semua Sekolah Negeri Mulai TK-SMA Sudah Gratis
Berita terkait
Kemenkeu Buka Suara Soal Putusan MK Ubah APBN Harus Lewat DPR
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 18.45
DPR: Pemisahan Anggaran MBG dengan Pendidikan Tak Harus Tunggu 2028
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 07.30
Prabowo Janjikan Kuliah PTN Gratis, Rektor Paramadina: Hapus Jalur Mandiri, Setop Komersialisasi Kampus!
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 19.33
P2G Sentil Prabowo: Mau Sekolah Gratis, Tapi Rp240 Triliun Anggaran Pendidikan Masuk MBG
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 18.40