4 Saham Ini Gerak Gak Wajar, BEI Berikan 'Warning'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau empat saham yang mengalami pergerakan tidak wajar, yaitu PT Indo Acidatama Tbk (SRSN), PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH), PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO), dan PT Bank Of India Indonesia Tbk (BSWD). Langkah ini dilakukan untuk melindungi investor, terutama pemegang saham pada kedua emiten tersebut. BEI menegaskan bahwa pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan pasar modal. Saat ini, BEI sedang mencermati pola transaksi saham-saham tersebut. Para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, serta mengkaji kinerja dan keterbukaan informasi emiten sebelum membuat keputusan investasi.
Saham SRSN turun 4,48% ke Rp128 per saham pada pembukaan perdagangan, meskipun naik 37,63% selama sebulan dan 106,45% secara year-to-date (YTD). Saham RSCH turun 3,81% ke Rp505, dengan kenaikan 48,53% dalam sebulan dan 23,17% YTD. Emiten INDO turun 1,2% ke Rp164, sementara turun 9,39% dalam sebulan dan naik 52,05% YTD. Saham BSWD stagnan di Rp2.880, namun naik 92% dalam sebulan dan 208,02% YTD. BEI menyoroti volatilitas transaksi yang dianggap tidak wajar pada keempat saham ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 09.59
Melihat Regulasi Short Selling di BEI dan Sejumlah Negara
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 21.00
Bocoran Rosan soal Porsi Kepemilikan Danantara di BEI
Detik.com · 30 September 2026 pukul 20.00
Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak Bertambah Jadi 60 Emiten, Ini Daftarnya
JawaPos · 30 September 2026 pukul 16.15
Fundamental Jadi Pegangan Investor di Tengah Spekulasi Pasar, Ini Kata Analis
Berita terkait
BEI Pantau Ketat 4 Saham Sekaligus, Ada yang Naik Ratusan Persen
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 08.57
Harga Saham Bergerak Liar, BEI Pantau Ketat 5 Emiten Ini
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.00
BEI Pantau Ketat 3 Saham Ini, Ada yang Milik Haji Isam
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 13.44
Tiga Emiten Ini Kena UMA BEI, Investor Diminta Cermati Pergerakan Saham
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 10.05