Ada Pihak Coba 'Tes Ombak' di Balik Kemunculan Wacana Duet Dedi Mulyadi-Ahok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wacana Dedi Mulyadi-Ahok sebagai calon presiden-wakil presiden pada pemilu mendatang dinilai mungkin bukan sekadar pembicaraan politik biasa, melainkan 'tes ombaf' untuk mengukur respons publik. Aktivis 212 dan Damai Hari Lubis mempertanyakan niat pihak tertentu menyebarkan wacana tersebut. Dedi dikenal memiliki basis kuat di daerah dengan pendekatan budaya lokal, sementara Ahok memiliki pengalaman pemerintahan dan gaya kepemimpinan tegas. Namun, duet keduanya dianggap sulit terealisasi karena Ahok terhalang regulasi Pasal 169 huruf P UU Pemilu yang melarang calon yang pernah dihukum penjara atas perkara penodaan agama. Diskusi ini juga menyertakan nama Eks KPK Abraham Samad sebagai kandidat potensial lainnya.
Bagikan
Berita terkait
Wacana Dedi Mulyadi-Ahok Mustahil Terjadi: Lebih Realistis Jika Dipasangkan Gibran
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 22.44
Isu Duet Dedi Mulyadi-Ahok di Pilpres 2029 Mencuat, Aktivis 212 Senggol Potensi Politik Identitas Lagi
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 17.07
Duet Dedi Mulyadi-Ahok Disebut Mustahil, Ternyata Terganjal Aturan Ini
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 09.25
Dedi Mulyadi Dituding Jadikan Isu Antikorupsi sebagai Modal Politik, Pengamat: Jangan Cuma Jadi Panggung
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 05.37