ADB beri pinjaman 650 juta dolar untuk perkuat pengelolaan fiskal RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Pembangunan Asia (ADB) menyetujui pinjaman sebesar 650 juta dolar AS (setara Rp11,5 triliun) untuk mendukung modernisasi pengelolaan fiskal daerah di Indonesia melalui Program Percepatan Desentralisasi demi Meningkatkan Tata Kelola Daerah (ADIL). Pinjaman ini akan digunakan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, mendukung platform digital nasional untuk integrasi data fiskal, serta meningkatkan penyampaian layanan publik. Direktur ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov, menyatakan bahwa program ini juga mencakup penilaian pajak properti yang lebih adil dan integrasi risiko bencana dalam perencanaan keuangan daerah.
Program ADIL ditujukan untuk mengatasi ketimpangan kemampuan fiskal dan administratif di berbagai wilayah, yang saat ini memengaruhi administrasi perpajakan, koordinasi kebijakan, dan penyediaan layanan publik. Menurut Bobur, sekitar 35-40 persen dari total pengeluaran publik, termasuk untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur lokal, dikelola di tingkat daerah. Dengan demikian, penguatan sistem pengelolaan keuangan publik di daerah menjadi krusial untuk memastikan layanan esensial tetap terpenuhi secara merata.
Program ini juga mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029 (RPJMN) dan Visi Indonesia Emas 2045, khususnya dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan, serta memperkuat keberlanjutan lingkungan. ADB, sebagai bank pembangunan multilateral, terus mendukung Indonesia melalui berbagai inisiatif yang bertujuan pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 16 September 2026 pukul 16.54
RI Dapat Utang Rp 11,5 T dari ADB, untuk Apa?
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 16.59
Cair, Utang dari ADB Senilai Rp11,5 Triliun ke Kas Negara, Ini Peruntukannya
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 16.16
ADB Gelontorkan Rp11,5 Triliun untuk Dorong Reformasi Fiskal Daerah
Berita terkait
RI, Vietnam dan Thailand, Mana yang Lebih Dulu Jadi Negara Maju?
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 12.55
KBank Indonesia bidik portofolio pinjaman lebih Rp40 triliun di 2030
ANTARA News · 31 Agustus 2026 pukul 16.16
Jelang Pidato Prabowo Nota Keuangan, Intip Target Pertumbuhan Ekonomi 2027
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 18.07
Otonomi Daerah Asismetris Sebagai Instrumen Keadilan Dalam Penyelengaraan Pemerintahan Daerah
JPNN.com · 8 Agustus 2026 pukul 11.46