ADB Kucurkan US$ 650 Juta untuk Perkuat Pasar Keuangan Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
Asian Development Bank (ADB) menyetujui pembiayaan sebesar US$ 650 juta untuk Program Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia. Program ini bertujuan memperkuat pasar modal, mendukung pengembangan ekonomi digital, dan memperluas pembiayaan berkelanjutan. Tiga fokus utama program meliputi peningkatan efisiensi pasar, pendorong layanan keuangan digital yang aman dan inovatif, serta mobilisasi modal swasta untuk proyek ramah lingkungan. Dukungan ini mencakup pengembangan pinjaman sekuritas, pasar obligasi, dan penyedia likuiditas guna meningkatkan likuiditas, transparansi, dan partisipasi investor. Direktur ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov, menekankan bahwa akses pembiayaan yang lebih mudah bagi pelaku usaha akan mendorong investasi, pertumbuhan, dan penciptaan lapangan kerja.
Program ini juga menguatkannya ekosistem keuangan digital melalui penguatan regulasi aset digital, standar keamanan siber, dan perlindungan konsumen. Upaya ini bertujuan memperluas pembiayaan berkelanjutan dengan mengembangkan taksonomi keuangan, mendorong kredit hijau, dan menghapus hambatan penerbitan instrumen keuangan berkelanjutan. ADB menyatakan bahwa keamanan layanan keuangan digital akan memberi masyarakat kesempatan lebih besar untuk menabung dan membangun masa depan. Program ini selaras dengan RPJMN 2025-2029 dan Visi Indonesia Emas 2045.
Pada 2025, nilai pasar saham Indonesia mencapai 66,4% dari PDB, menunjukkan potensi besar untuk pengembangan pasar modal dan partisipasi investor yang lebih luas. Subprogram pertama ini melanjutkan dukungan jangka panjang ADB terhadap sektor keuangan Indonesia, termasuk program sebelumnya seperti Program Pengembangan dan Inklusi Pasar Keuangan serta Program Promosi Inklusi Keuangan Inovatif. Didirikan pada 1966, ADB adalah bank pembangunan multilateral dengan 69 negara anggota yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan di Asia dan Pasifik.
Bagikan
Berita terkait
Bahlil Ajak Investor Bangun Data Center di RI, Jamin Energi Melimpah
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 17.10
Obral Potensi Listrik Hijau, Bahlil Ajak Investor Bangun Data Center
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 14.40
Ekonomi Digital Indonesia Hampir US$100 Miliar, Komdigi Dorong Nilai di Dalam Negeri
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 13.13
Yusril minta RUU Satu Data beri kepastian bagi dunia usaha
ANTARA News · 22 September 2026 pukul 21.07