Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

ADB Kucurkan US$ 650 Juta untuk Perkuat Pasar Keuangan Indonesia

Asian Development Bank (ADB) menyetujui pembiayaan sebesar US$ 650 juta untuk Program Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia. Program ini bertujuan memperkuat pasar modal, mendukung pengembangan ekonomi digital, dan memperluas pembiayaan berkelanjutan. Tiga fokus utama program meliputi peningkatan efisiensi pasar, pendorong layanan keuangan digital yang aman dan inovatif, serta mobilisasi modal swasta untuk proyek ramah lingkungan. Dukungan ini mencakup pengembangan pinjaman sekuritas, pasar obligasi, dan penyedia likuiditas guna meningkatkan likuiditas, transparansi, dan partisipasi investor. Direktur ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov, menekankan bahwa akses pembiayaan yang lebih mudah bagi pelaku usaha akan mendorong investasi, pertumbuhan, dan penciptaan lapangan kerja.

Program ini juga menguatkannya ekosistem keuangan digital melalui penguatan regulasi aset digital, standar keamanan siber, dan perlindungan konsumen. Upaya ini bertujuan memperluas pembiayaan berkelanjutan dengan mengembangkan taksonomi keuangan, mendorong kredit hijau, dan menghapus hambatan penerbitan instrumen keuangan berkelanjutan. ADB menyatakan bahwa keamanan layanan keuangan digital akan memberi masyarakat kesempatan lebih besar untuk menabung dan membangun masa depan. Program ini selaras dengan RPJMN 2025-2029 dan Visi Indonesia Emas 2045.

Pada 2025, nilai pasar saham Indonesia mencapai 66,4% dari PDB, menunjukkan potensi besar untuk pengembangan pasar modal dan partisipasi investor yang lebih luas. Subprogram pertama ini melanjutkan dukungan jangka panjang ADB terhadap sektor keuangan Indonesia, termasuk program sebelumnya seperti Program Pengembangan dan Inklusi Pasar Keuangan serta Program Promosi Inklusi Keuangan Inovatif. Didirikan pada 1966, ADB adalah bank pembangunan multilateral dengan 69 negara anggota yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan di Asia dan Pasifik.

Berita terkait