Pertamina NRE Prediksi Konsumsi BBM Capai 88 Juta KL pada 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pertamina NRE memproyeksikan konsumsi BBM nasional mencapai 88 juta KL pada 2026, naik dari 70 juta KL 5 tahun lalu menjadi 84 juta KL. Konsumsi BBM hampir bergantung penuh pada impor, menciptakan risiko terhadap ketahanan energi dan kedaulatan energi negara. Untuk mengurangi ketergantungan, Pertamina telah melakukan diversifikasi energi sejak 2008 melalui pengembangan biodiesel (B2,5 ke B50) dan mulai mencampur bioetanol 5% ke BBM (Pertamax Green 95) sejak 2023, kini tersebar di lebih dari 180 SPBU. Target ke depan adalah peningkatan kadar campuran etanol, distribusi luas, serta pengembangan varian produk baru seperti RON 92, dengan satu pabrik etanol di Banyuwangi (kapasitas 30.000 KL) diharapkan beroperasi 2028.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 08.40
Resmi! Daftar Harga BBM Pertamina-BP-Shell-VIVO per 3 September 2026
VOI · 2 September 2026 pukul 23.10
BPK dan Kementerian ESDM Bahas Ketahanan Energi di Kaltara
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 21.10
Bangun Pabrik Panel Surya, Pertamina NRE Akui Bingung Cari Pembeli
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 18.47
CORE perkirakan Inflasi September 0,1-0,2 persen
Berita terkait
RI Sudah Punya BBM Bioetanol, Segini Harganya di SPBU
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 12.10
Pertamina Patra Niaga Prediksi Konsumsi BBM Capai 88 Juta KL pada 2026
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 10.03
Pertamina Ungkap Dampak B50 & Bioetanol: Ciptakan 2,1 Juta Lapangan Kerja
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.23
RI Sudah Punya BBM Bioetanol, Cek Segini Harganya di SPBU
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 12.50