Peran Manusia Tetap Krusial di Era Keamanan Siber Berbasis AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kaspersky menegaskan peran manusia tetap krusial di era keamanan siber berbasis AI, meskipun AI semakin cakap dalam serangan dan pertahanan. Evgeniya Russkikh menekankan pentingnya penilaian kritis manusia, terutama karena AI kini mampu melancarkan serangan seperti deepfake dan penipuan identitas. Studi (ISC2) 2025 menunjukkan AI telah mengubah landskap keamanan siber secara fundamental, sekaligus meningkatkan ancaman serangan berbasis AI.
Kawasan Asia Pasifik menyumbang 60 persen dari total kesenjangan tenaga ahli siber dunia. Di Asia Tenggara, tantangan utama meliputi syarat pengalaman kerja tinggi untuk pemula, kurangnya instruktur kompeten, dan terbatasnya materi pelatihan dalam bahasa lokal. Kaspersky mendorong kolaborasi antara akademisi, industri, dan pembuat kebijakan untuk mempercepat pencetakan talenta digital yang kompeten.
Kaspersky juga melaporkan 75 juta serangan siber di Asia Pasifik pada H1 2026, dengan tren backdoor, ransomware, dan ancaman supply chain berbasis AI. Survei menunjukkan 77 persen masyarakat Indonesia menggunakan ponsel sebagai perangkat utama internet, sekaligus 27 persen Gen Z menganggap AI sebagai teman, meski kesadaran keamanan data masih rendah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 14.02
Wamenkomdigi Bocorkan 3 Aspek Wujudkan Sistem Keamanan Siber AI di RI
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 22.35
Seram, Teknologi Canggih AI Sekarang Dipakai Hacker Hitam
Berita terkait
Studi Kaspersky: Gen Z Anggap AI Teman dan Sumber Dukungan Emosional
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 20.17
AI Makin Mandiri, Kaspersky Ingatkan Kepercayaan Buta Manusia Bisa Jadi Bumerang
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 15.16
Indonesia Darurat Talenta Digital, ITSEC Asia Buka Pelatihan Siber dan AI
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 16.03
Dunia Bersiap Hadapi Petaka Baru, Semua Diminta Siaga Penuh
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 21.00