Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Peran Manusia Tetap Krusial di Era Keamanan Siber Berbasis AI

Kaspersky menegaskan peran manusia tetap krusial di era keamanan siber berbasis AI, meskipun AI semakin cakap dalam serangan dan pertahanan. Evgeniya Russkikh menekankan pentingnya penilaian kritis manusia, terutama karena AI kini mampu melancarkan serangan seperti deepfake dan penipuan identitas. Studi (ISC2) 2025 menunjukkan AI telah mengubah landskap keamanan siber secara fundamental, sekaligus meningkatkan ancaman serangan berbasis AI.

Kawasan Asia Pasifik menyumbang 60 persen dari total kesenjangan tenaga ahli siber dunia. Di Asia Tenggara, tantangan utama meliputi syarat pengalaman kerja tinggi untuk pemula, kurangnya instruktur kompeten, dan terbatasnya materi pelatihan dalam bahasa lokal. Kaspersky mendorong kolaborasi antara akademisi, industri, dan pembuat kebijakan untuk mempercepat pencetakan talenta digital yang kompeten.

Kaspersky juga melaporkan 75 juta serangan siber di Asia Pasifik pada H1 2026, dengan tren backdoor, ransomware, dan ancaman supply chain berbasis AI. Survei menunjukkan 77 persen masyarakat Indonesia menggunakan ponsel sebagai perangkat utama internet, sekaligus 27 persen Gen Z menganggap AI sebagai teman, meski kesadaran keamanan data masih rendah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait