Adopsi AI Bikin Serangan Bot di Transaksi Digital Melonjak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Laporan Akamai mencatat lonjakan 63% aktivitas bot yang menargetkan perusahaan perdagangan digital di Asia Pasifik pada 2025, tertinggi secara global. Sektor perdagangan digital menyumbang 38% dari seluruh lalu lintas bot AI di kawasan tersebut. Peningkatan ini seiring adopsi AI oleh ritel, platform perjalanan, dan perhotelan untuk layanan pelanggan dan personalisasi. Namun, otomatisasi sah sulit dibedakan dari bot berbahaya yang melakukan manipulasi kredensial, scraping, dan penyalahgunaan API. API menjadi celah risiko utama, terutama di sektor perjalanan yang mencatat 22% serangan web dan 25% serangan langsung ke API. Serangan DDoS Layer 7 juga naik 39% menjadi 361 miliar kejadian, dengan ritel sebagai target terbesar (51%), diikuti perhotelan (28%) dan perjalanan (21%). Direktur Akamai Reuben Koh menekankan perlunya pendekatan keamanan berbasis risiko yang dapat mendeteksi aktivitas berbahaya tanpa mengganggu pengalaman pelanggan. Laporan ini menegaskan bahwa ketahanan siber harus menjadi bagian integral dari bisnis, bukan sekadar fungsi keamanan.
Bagikan
Berita terkait
Bot di Internet Bakal 1.000 Kali Lebih Banyak dari Manusia
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 13.36
Di Balik Kemudahan Belanja Pakai AI, Asia Pasifik Jadi Target Utama Hacker
Liputan6.com · 25 Juli 2026 pukul 10.07
Bahaya Kepercayaan Buta pada Agen AI dan Ancaman Rantai Pasok Perangkat Lunak
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 12.47
Alarm Bahaya! Bank-Bank Siaga Hadapi Petaka Besar
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.45