Ekonom sebut pengambilan kebijakan jadi ujian independensi BI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky menilai pengambilan kebijakan Bank Indonesia (BI) menjadi ujian independensi bank sentral. Secara hukum BI masih independen, namun dorongan mendukung agenda pemerintah perlu diimbangi dengan menjaga kredibilitas. BI harus menempatkan stabilitas inflasi dan nilai tukar sebagai prioritas utama. Independensi BI diperlukan untuk mencegah tekanan pemerintah menggunakan kebijakan moneter sebagai pembiayaan. Pengalaman Indonesia pada era 1960-an ketika bank sentral berada di bawah pemerintah kontribusi tingginya inflasi. Fithra Faisal Hastiadi menekankan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter diperlukan agar kebijakan ekonomi berjalan selaras.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 20.57
BI Rate 5,75 Persen, Ekonom: Pilihan Paling Tepat untuk Kondisi Saat Ini
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 18.30
BI Proyeksi Ekonomi Global Hanya Tumbuh 3%, Tekanan Inflasi Masih Tinggi
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.48
Prospek Ekonomi Global Lemah, Pertumbuhan Diproyeksi hanya 3 Persen
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 16.47
Bank Indonesia Tahan BI Rate 5,75 Persen demi Bendung Gejolak Global
Berita terkait
Bakom tegaskan tak ada wacana BI jadi bagian pemerintah
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 15.01
Bank Indonesia Perkiraan Ekonomi RI 4,9 hingga 5,7 Persen pada Sisa 2026
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 16.25
BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Ekonom: Opsi Terbaik
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 15.55
Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga di 5,75%, Ini Alasannya
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 15.01