Jakarta · Sabtu, 19 September 2026Cari
WargaKonoha

AirAsia Terbelit Utang Rp79,7 Triliun di Tengah Lonjakan Harga Avtur

AirAsia menghadapi krisis finansial berat dengan kewajiban lancar mencapai Rp79,71 triliun per 30 Juni 2026, sementara kas hanya tersedia 954 juta ringgit. Tekanan ini dipicu oleh lonjakan harga avtur akibat konflik Timur Tengah yang mencapai US$200 per barel, menyebabkan biaya operasional di Malaysia naik 200 juta ringgit dalam sebulan. Pada kuartal II 2026, maskapai mencatat rugi bersih sekitar Rp3,59 triliun.

Sebagai dampak, AirAsia menangguhkan 21 rute dan memangkas kapasitas 10% pada April-Mei 2026, termasuk rute Indonesia dan Thailand. Saat ini, perusahaan mencari pendanaan internasional hingga US$1 miliar dan kredit lokal 700 juta ringgit, meski diperkirakan membutuhkan modal segar minimal US$3 miliar. Pemerintah Malaysia telah meminta Malaysia Airlines dan Batik Air bersiap mengambil alih rute domestik jika kondisi memburuk.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait